Postingan

Ketika "Lupa" pada Tugas dan Kewajiban

Gambar
Lupa Banyak hal yang mudah sekali dilupakan. Entah itu hal yang memang tergusur oleh waktu karena sudah terlalu lama, maupun hal yang bisa saja baru terjadi beberapa detik yang lalu. Setiap manusia pasti pernah mengalami yang namanya "lupa". Pun aku. Refleksi diri dari "lupa" membuatku semakin merasa bahwa banyak hal yang mudah ku sepelekan . Merasa menjadi manusia yang selalu mengingat segalanya, tanpa menyadari bahwa hakikatnya aku akan lupa juga. Dan begitulah. Bermula dari "lupa", aku justru akan selalu mengingatnya sebagai bagian dari refleksi diri. Empat bulan yang lalu, tepatnya pada awal bulan Februari 2020. Saat itu perkuliahan semester gasal baru saja dimulai. Dosen yang satu ini kalo kata anak milenial "gercep". Seabrek tugas untuk UTS (Ujian Tengah Semester) dan UAS (Ujian Akhir Semester –ini HARUS banget ku tulis karena kemarin adikku bilang UAS adalah Ujian Akhir Sekolah) sudah diberikan. Walaupun baru sebatas garis besarnya saja...

Obrolan Seputar Keraguan dan Covid-19

Gambar
Bismillah … Beberapa hari lalu, terjadi obrolan dengan (calon) dokter, mahasiswa fakultas kedokteran sebuah universitas negeri di Jawa Tengah. Mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang telah wisuda sebagai Sarjana Kedokteran (S.Ked) dan tengah koas sebelum akhirnya menjalani Sumpah Dokter . Sebut saja namanya Yuri. Karena kondisi lockdown, ia dan teman-teman koas nya harus koas online dari rumah masing-masing. Namun tahun ini adalah tahun kedua sekaligus tahun terakhirnya sebagai koas. Ada dilema dalam diri Yuri sebagai koas tahun kedua. Sudah tidak banyak lagi materi yang bisa ia (dan teman-teman seangkatannya) lakukan dengan online. Meski para dosen banyak memberi tugas untuk ‘sisa-sia’ materi yang bisa dibawakan online, namun tetap saja surat pemberitahuan untuk koas praktek (bertemu pasien langsung) pun sampai secara online. Dalam pemberitahuan itu dituliskan bahwa mahasiswa/i diminta untuk datang ke kampus dan bersedia melaksanakan koasnya di rumah sakit. Juga a...

Nasib para UKM terdampak Covid-19

Gambar
Bismillah … Siapa yang menghitung sudah berapa lama kita #dirumahaja? Xixi. Aku sendiri jujur bukan orang yang terlalu memerdulikan berapa lama waktu berlalu. Karena tipikal introvert tentu sangat menyukai kebijakan pysichal distancing ini. Tidak perlu ribut bertemu orang banyak, atau memusingkan baju apa yang harus dipakai untuk pergi hari ini, karena kalau sampai ketemu si A dengan baju yang sama akan menimbulkan pertanyaan “Kok bajunya itu lagi-itu lagi?”. Tapi saat menulis ini, aku akhirnya tergerak melihat kalender untuk menghitung berapa hari yang sudah ku habiskan tanpa perlu keluar rumah. Pertama kali aku pulang, sebelum ada himbauan ‘lockdown’, adalah hari Ahad. Ketika hendak mengetik tanggal, betapa terkejutnya aku menemukan fakta bahwa aku lupa apa itu pertengahan bulan April atau Maret. Lalu semakin terkejut saat menyadari bahwa UTS ku berakhir akhir April lalu, di mana dimulai sejak pertengahan April selama 1 minggu. Dan semakin terkejut terkejut terkejut l...

Pembatasan (Versiku)

Ini cerita tentang pembatasan versiku, enjoy reading!~ … Sebenarnya karena sudah lama keluar dari komunitas #1minggu1cerita, aku banyak lupa aturan main yang berlaku di komunitas ini. Salah satu yang ku ingat adalah tidak adanya batasan mendaftar di komunitas ini. Kita bisa dengan suka-suka membolos menulis, namun dengan ketentuan yang berlaku; jika sudah sampai 6 kali membolos maka akan dikeluarkan dari komunitas. Namun yang kuingat juga, kita bisa mendaftar lagi bahkan tepat setelah kita dikeluarkan. Sayangnya ada 1 aturan main penting yang luput dari ingatanku. Itu adalah terkait dengan tulisanku kali ini. Yaitu adanya minggu tema di tiap awal bulan (* eh bener ga yah? Wkwk ). Yang dimaksud minggu tema adalah para admin akan menentukan tema yang harus ditulis para anggota komunitas pada minggu itu. Jadi semua anggota serentak memiliki ragam tulisan dengan tema yang sama. Nah di minggu ini, admin memutuskan memberi tema “Pembatasan”. Mungkin terinspirasi dari kebija...

Hanya, Sekedar, Saja

Gambar
[Hanya, Sekedar, Saja] [Zahraa Al-Fatih] [Only Story] [zahraasryn.blogspot.com] [ig @zahrasryn_] [tw @ovfal] [23/04/2020] It’s just story. Only story. Just only story. Wkwkwk      Bismillah Apa yang terjadi seminggu ini sungguh sangat luar biasa sesuatu J . Dimulai dari Sabtu kemarin, saat produksi orderan 300 bungkus dimsum dimulai. Saat itu sudah terbayang, lama waktu pengerjaan yang diperlukan. Namun semua semakin berat saat… ada hal-hal yang terjadi diluar prediksi. Diawali dari bahan baku aya...

Menyesalkah aku?

Gambar
Source : google.com Bismillah… Hari ini tulisanku di inspirasi oleh buku diary adikku dan drama korea lama berjudul Reply 1988. Ya, jujur, aku termasuk dramaholic yang baru saja menyelesaikan drama keluarga terbaik garapan akhir tahun 2015 hingga awal tahun 2016. Kenapa terbaik? Karena, alur cerita yang disajikan tidak melulu soal cinta, namun tentang kekeluargaan yang dekat kehidupannya dengan keseharian kita di dunia nyata. Meski berlatar waktu jadoel alias jaman doeloe (tahun 1988), namun aku merasa drama ini sukses membuatku menyelami bagaimana kehidupan di tahun itu. Sedikit banyak, aku membayangkan kehidupan kedua orang tuaku yang pada tahun itu kurang lebih seusia dengan para tokoh dalam drama tersebut. Lalu tulisan ini diiringi dengan perasaan “kenapa dulu aku ga nulis juga ya? Bisa jadi banyak tulisan-tulisanku dulu yang kalau dibaca sekarang bikin ketampar.” Apalagi dalam salah satu episode drama Reply 1988 ada adegan di mana pemeran utama wanita, Deok Sun, t...